Belajar Ilmu Ekonomi

Ikon

Memahami Untuk Memperbaiki

Efisiensi Alokasi dan Distribusi Pendapatan

Pada bab ini kita akan membicarakan dua topik yang menjadi tujuan masyarakat dalam merancang tata ekonominya: efisiensi dan keadilan. Alokasi merupakan jawaban atas pertanyaan ekonomi tentang berproduksi apa (what to produce) dengan sumber daya yang tersedia. Sedangkan keadilan merupakan tujuan dari pertanyaan ekonomi hasil produksi untuk siapa (for whom).

Definisi dan cara mencapai efisiensi dan keadilan berbeda antara satu tata nilai dengan tata nilai lain. Pada bab ini,  diskusi akan dibatasi pada perbandingan definisi, cara mencapai, dan capaian pada tiga tata nilai, yakni antara kapitalisme, sosialisme, dan islam.

Ekonomi neoklasik telah cukup maju dalam membahas efisiensi dan keadilan. Walau demikian, efisiensi lebih banyak menjadi bahasan daripada distribusi pendapatan.

Ekonom Islam mazhab mainstream menggunakan definisi efisiensi yang sama dengan definisi ekonomi neoklasik, di mana persoalan efisiensi diwujudkan sebagai masalah optimasi. Pada perilaku konsumen tunggal, efisiensi dicapai dengan mengalokasikan anggaran tertentu pada kombinasi barang dan jasa yang memaksimumkan kegunaan konsumen. Pada kasus produsen tunggal, optimasi bisa dicapai melalui dua jalur: penggunaan kombinasi input  yang memaksimasi laba, atau; penggunaan input yang meminimumkan biaya untuk mencapai tingkat produksi tertentu.

Kali ini kita akan menganalisis bagaimana pencapaian efisiensi pada kasus dua konsumen dan dua produk. Kasus ini adalah penyederhanaan atas perekonomian kompleks yang terdiri dari banyak konsumen dan banyak produk. Namun penyederhanaan ini akan membantu kita memahami perekonomian kompleks tersebut.

Alokasi sumber daya secara efisien akan memberikan kombinasi output yang diwakili kurva kemungkinan produksi (production possibility curve – PPC). Setiap titik di atas kurva merupakan kombinasi output maksimal yang dapat dihasilkan oleh perekonomian dengan sumber daya dan tingkat teknologi tertentu. Area di dalam kurva mencerminkan alokasi sumber daya yang tidak efisien. Sementara, area di luar kurva tidak dapat dicapai oleh perekonomian pada tingkat teknologi yang berlaku.

image

Setelah produksi dilakukan, persoalan selanjutnya terletak pada distribusi hasil produksi tersebut. Distribusi hasil produksi juga harus mencapai efisiensi dengan mengoptimalkan kegunaan masing-masing konsumen.

Model yang biasa digunakan untuk analisis pada kasus distribusi dua produk kepada dua konsumen adalah Edgeworth box. Model ini dibangun dari penggabungan dua panel konsumen yang berbagi dua produk. Setiap titik dalam kotak Edgeworth ini mewakili distribusi kedua produk pada kedua konsumen. Sudut kiri bawah mewakili distribusi seluruh output ekonomi pada konsumen kedua tanpa menyisakan output untuk konsumen pertama. Sebaliknya, sudut kanan atas mewakili distribusi seluruh output ekonomi pada konsumen pertama tanpa menyisakan bagian pada konsumen kedua.

Kurva indifferen konsumen pertama dan kedua dapat digambarkan bagi tiap titik distribusi. Kurva indifferen konsumen pertama cembung (convex) terhadap sudut kiri bawah, sementara kurva indifferen konsumen kedua cembung terhadap sudut kanan atas. Kecembungan kurva indifferen terhadap titik asal panel masing-masing konsumen mencerminkan asumsi diminishing marginal utility.

Konsumen diasumsikan memiliki kekayaan awal (endowment) yang terdiri dari kombinasi berbagai output produksi dalam ekonomi. Dalam kenyataan, endowment ini merupakan pendapatan yang dapat membeli kombinasi produk tersebut. Konsep ini mirip dengan garis anggaran (budget line), tetapi kemungkinan perubahan kombinasi output tidak dapat diketahui karena harga belum ditentukan secara eksogen. Dalam model ini, harga relatif output ditentukan secara endogen.

Posisi titik endowment tidak selalu memberikan kegunaan tertinggi yang dapat dicapai kedua konsumen. Gambar di atas memperlihatkan bahwa kurva indifferen kedua konsumen yang melewati titik endowment masih saling memotong. Irisan area di dalam cekungan kedua kurva indifferen membentuk area berbentuk lensa. Kita telah mempelajari bahwa titik-titik di dalam cekungan kurva indifferen merupakan kombinasi produk yang memberikan kegunaan lebih tinggi. Dengan demikian, area berbentuk lensa tersebut mewakili berbagai kombinasi produk yang memberikan kegunaan lebih tinggi pada kedua konsumen.

Peluang untuk mendapatkan kegunaan yang lebih tinggi memberi insentif pada kedua konsumen untuk melakukan pertukaran. Masing-masing konsumen bersedia untuk menukarkan barang miliknya dengan barang lain yang memberikan kegunaan tambahan (marginal utility) lebih tinggi.

Ekuilibrium harga relatif suatu barang terhadap barang lain akan terbentuk pada tingkat di mana kedua konsumen menemukan kombinasi barang yang memberikan kegunaan tertinggi bagi keduanya. Selain tingkat harga ekuilibrium tersebut, optimasi kepuasan masing-masing konsumen akan terjadi pada kombinasi output yang berbeda.

Jika perbedaan kombinasi optimum ini terjadi, salah satu barang akan mengalami kelebihan permintaaan, sedangkan barang lain mengalami kekurangan permintaan. Barang yang kelebihan permintaan akan mengalami kenaikan harga relatif, sementara barang yang kekurangan permintaan akan mengalami penurunan harga relatif. Pada akhirnya, harga relatif kedua barang akan mencapai tingkat ekuilibrium.

Pada harga ekuilibrium ini, kedua konsumen dapat mencapai kesepakatan pertukaran yang mendistribusikan seluruh barang tanpa adanya kekurangan maupun kelebihan permintaan. Titik distribusi yang disepakati ini memberikan kegunaan tertinggi pada kedua konsumen. Setelah mencapai titik ini, tidak ada distribusi alternatif yang meningkatkan kegunaan seorang konsumen tanpa mengurangi kegunaan konsumen lain.

Situasi di mana tidak ada cara untuk meningkatkan kegunaan seorang tanpa mengurangi kegunaan orang lain mencerminkan efisiensi yang biasa disebut dengan efisien Pareto (Pareto efficient). Situasi semacam ini dianggap efisien karena pada situasi selainnya, di mana masih terdapat peluang untuk meningkatkan kegunaan seseorang tanpa mengurangi kegunaan orang lain—biasa disebut Pareto improvement—, perekonomian belum mampu mendistribusikan outputnya secara optimal sehingga seluruh konsumen mendapatkan kegunaan maksimal yang mungkin diperolehnya.

Bersambung

Filed under: Mikroekonomika

12 Responses

  1. Rachma I (ekis 07) mengatakan:

    Assalamu Alaikum
    pak mau tanya mengenai bagaimana islam mengatur kompensasi modal dalam proses produksi??
    dan bagaimana perbedaan pengaruh pajak dan zakat terhadap maksimalisasi laba???
    Terimakasih

  2. Dika Ekis 07 (040710420) mengatakan:

    Bapak Said…mau tanya…bab mikro yang bapak ajarkan
    tolong kupasannya lebih detil ditulis di blog…

    Biar temen2 bisa lebih mendalami lagi..sukron katsir

    semoga dosa2 kita diampuni…amin

  3. fredy mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    Pak afwan saya mau tanya,apa hubungan masalah perekonomian dengan keadilan distribusi pendapatan

  4. Said mengatakan:

    Apa arti “hubungan” yang anda maksudkan sebenarnya? Distribusi pendapatan merupakan salah satu masalah yang diselidiki dalam ilmu ekonomi. Keadilan sendiri perlu didefinisikan terlebih dulu. Dua alternatif definisi keadilan yang biasa digunakan adalah:

    – keadilan distributif: semua orang memperoleh kesejahteraan yang sama
    – keadilan komutatif: orang mendapatkan senilai dengan apa yang dikerjakannya

    Sosialisme bertujuan menciptakan keadilan distributif melalui ekonomi komando. Sementara kapitalisme menjalankan mekanisme pasar yang mencerminkan keadilan komutatif, orang mendapat senilai dengan apa yang diproduksinya.

    Konsep keadilan Islam merupakan pertengahan di antara dua konsep keadilan tersebut. Islam mengakui mekanisme pasar sebagai cara utama distribusi pendapatan. Akan tetapi, Islam berusaha mengurangi kesenjangan dan mencegah kemiskinan dengan menjalankan redistribusi pendapatan secara paksa dengan zakat maupun sukarela dengan shodaqoh.

    Jika jawaban saya tidak relevan dengan maksud pertanyaan anda, harap anda memperinci pertanyaan agar saya lebih mudah memahaminya.

  5. Said mengatakan:

    Dika:
    maaf belum bisa memenuhi permintaanmu hingga sekarang. Doakan saya dikaruniai kemauan dan kemampuan untuk melengkapinya.

    Insya Alloh jika diamanahi kelas mikro islam lagi di masa datang saya akan berusaha lebih keras untuk menuliskan semua materi yang diajarkan pada blog ini.

  6. Said mengatakan:

    Rachma:
    1. Kompensasi (barang) modal dalam proses produksi dapat berwujud sewa atau bagi hasil. Sewa memberikan imbal tetap pada pemilik modal fisik. Sementara bagi hasil diberikan pada pemilik modal uang. Islam melarang pengenaan sewa pada modal uang dan mengkategorikannya sebagai riba.

    2. Perbedaan pengaruh pajak dan zakat terhadap maksimalisasi laba perusahaan bergantung pada obyek pajak dan zakatnya. PPN menambah variable cost sehingga mengurangi tingkat output optimal. PPh yang dikenakan pada upah dan keuntungan berdampak sama dengan zakat perdagangan. Zakat hasil bumi dan ternak bisa dianggap penurunan total penerimaan sehingga mengurangi tingkat output optimal. Untuk menjelaskan lebih rinci saya butuh waktu. Insya Alloh saya akan membuat materi ini di bawah kategori Ekonomi Publik (Islami).

  7. nurul afifah mengatakan:

    assalamualaikum………….
    pak mau tanya, penggunaan sumber daya ekonomi yang efisien itu yang seperti apa?mohon penjelasan dan contohnya pak, terimakasih.

    • denoenk mengatakan:

      Efisien sama aja dengan optimum, yakni produksi output sudah maksimal dengan sumber daya yang dipunya, atau sebaliknya penggunaan sumber daya sudah paling minimum untuk menghasilkan jumlah (dan kualitas) output tertentu. Kalau masih ada teknik untuk meningkatkan output tanpa menambah input, atau untuk mengurangi kebutuhan input tanpa mengurangi output, maka berarti penggunaan sumber daya belum efisien.

  8. wd st arfah hafid pohan mengatakan:

    distribusi dan alokasi menurut para ahli

  9. Rozi andrini mengatakan:

    Ass,,Bagaimana dengan penjelasan tentang equity and eficiency dalam ekonomi islam pak??
    Mhon pnjelasannya pak!!

  10. Hamdi mengatakan:

    Aslmualaikum.mf mau nanya.apa kah maksut konsef moral islam dalam distribusi pendapatan dan efesiensi alokasi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini berisikan materi yang dibawakan oleh penulis dalam perkuliahan ekonomi syariah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Hak milik materi di tangan penulis. Materi bebas digunakan selama tidak melakukan plagiat. Pengutipan secara langsung maupun tidak langsung harap menggunakan kaidah ilmiah baku. Pertanyaan, koreksi, dan saran diharapkan agar penulis dapat terus memperbaiki materi ini.

Laman

RSS Komentar Ekonomi

  • Balapan Terjun vs Balapan Terbang
    Balapan terjun, mungkin itu yang cocok menggambarkan persaingan antar perusahaan, daerah atau negara untuk menang persaingan dengan cara bersaing membayar murah tenaga kerja dan memungut pajak serendah-rendahnya. Namun kita tahu bahwa perusahaan besar bukanlah perusahaan yang membayar tenaga kerjanya paling murah, negara maju bukanlah negara yang memungut pa […]
  • Kajian Ekonomi Murabahah Emas
    Fatwa DSN MUI no. 77 tahun 2010 tentang Murabahah Emas mengundang pertanyaan dan kajian. Untuk kajian fiqh, bisa didapatkan dari Abdul Wasik, Mas Habib dan Faishol. Sementara untuk kajian ekonomi, saya baru mendapatkannya dari Ali Sakti. Pada artikel ini, saya akan lebih banyak membahas dari sisi ekonomi yang sesuai dengan latar belakang keilmuan saya. Ali S […]
  • Ekonomika Riba Fadl
     Sumber hukum riba fadl adalah hadits Nabi Muhammad saw. berikut: “(Jual beli) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (riwayat Musl […]
  • Agar Bank Syariah Kebal Risiko Bunga
    Apa hubungannya bank syariah dengan risiko bunga? Bukankah bank syariah tidak menerima dan membayar bunga? Memang bank syariah tidak menerima dan membayarkan bunga, tapi mereka masih harus bersaing dengan bank riba yang memungut dan membayarkan bunga. Ketika bunga bank berubah, bank syariah ikut menerima dampak di sisi pendanaan atau pembiayaan. Hal ini sebe […]
  • Subsidi BBM? No! Subsidi Pangan? Yes!
    Jika anda jadi presiden dan punya alokasi anggaran untuk orang miskin 100 trilliun, dalam bentuk program apa anggaran tersebut akan anda salurkan?A. subsidi pendidikanB. subsidi panganC. bantuan langsung tunaiD. subsidi BBME. lainnya, sebutkan ...Jika anda memilih opsi D, saya tidak akan mungkin memilih anda jika anda mencalonkan diri jadi presiden. Sudah um […]
  • Paradoks Pembiayaan Syariah Berbasis Qardh
    Mayoritas tabungan di bank syariah menggunakan akad mudharabah yang merupakan akad kemitraan dalam investasi. Sebagai investasi, tentu nasabah mengharap agar bank menyalurkan dana mereka ke berbagai jenis bisnis yang menghasilkan keuntungan, bukan untuk aktivitas sosial. Keperluan sosial dipenuhi dari alokasi dana terpisah, seperti zakat dan sadaqah. Lain ha […]
  • The Failure of Deposit Insurance and Government Bail out
    Although bank deposits are short term debt contracts, banks lend the deposit funds as long term debts. To serve regular deposit withdrawal, banks allocate some percentages of the funds in forms of cash as a reserve. In normal situation, there is no problem with this method because the withdrawn funds will soon be replaced by other customers' deposits. H […]
  • Keuangan Islam, Kembalilah ke Jati Dirimu!
    Hingga saat ini, sebagian besar kreasi produk keuangan Islam di Indonesia diinisiasi oleh pelaku industri keuangan Islam. Terang saja, motif pelaku ini adalah memenangkan persaingan antara mereka dengan keuangan konvensional. Persaingan antara pelaku industri keuangan terjadi pada aspek harga dan diversifikasi layanan. Permintaan fatwa produk keuangan baru d […]
  • Roubini: The Gold Bubble and the Gold Bugs
    Profesor ekonomi dari New York University pun bicara tentang bubble emas.The Gold Bubble and the Gold BugsNEW YORK – Gold prices have been rising sharply, breaching the $1,000 barrier and in recent weeks rising towards $1,200 an ounce and above. Today’s “gold bugs” argue that the price could top $2,000. But the recent price surge looks suspiciously like a bu […]
  • Harga Emas Naik, Siapa Untung?
    Orang yang punya emas? Dia hanya untung jika menjual emasnya. Akan tetapi pada saat yang sama, dia kehilangan peluang untung dari kenaikan harga berikutnya. Tapi jika dia tidak menjual emasnya, apa gunanya kenaikan harga emas baginya?Apakah orang yang beli emas saat harga naik? Tentu saja bukan, tidak ada orang yang dikatakan untung ketika membeli di saat ha […]
%d blogger menyukai ini: