Belajar Ilmu Ekonomi

Ikon

Memahami Untuk Memperbaiki

Pasar Uang

Permintaan Uang

Untuk mempelajari permintaan uang, kita harus mengetahui dulu motivasi orang untuk memiliki uang.

Individu rumah tangga dan perusahaan mengalokasikan kekayaan mereka ke berbagai jenis aset. Pengalokasian kekayaan ini mempertimbangkan manfaat yang diberikan oleh masing-masing aset. Sebagian aset memberikan manfaat konsumtif selama umur aset tersebut. Aset lain dapat memberikan imbal hasil.

Uang merupakan jenis aset yang memiliki keunggulan manfaat sebagai alat tukar dan satuan hitung. Tidak seperti bentuk aset lain, uang diterima oleh semua orang sebagai alat tukar dalam transaksi pasar. Kemudahan suatu jenis aset untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa lain diistilahkan dengan likuiditas. Uang merupakan jenis aset yang paling likuid.

Akan tetapi, uang tidak memberikan manfaat konsumtif dan imbal hasil sebagaimana aset lain. Kesempatan yang hilang untuk mendapatkan manfaat konsumtif dan imbal hasil ini menjadi biaya dari pengalokasian kekayaan dalam bentuk uang.

Individu memutuskan pengalokasian kekayaan ke berbagai jenis aset untuk mencapai kepuasan optimal. Dalam mikroekonomika, kita telah mempelajari bahwa alokasi kekayaan optimal ini akan terjadi pada saat semua aset memberikan tambahan kepuasan per unit uang yang sama.

Pasokan Uang

Dalam sistem uang fiat, uang dipasok oleh suatu badan yang diberi kewenangan untuk menerbitkan uang. Biasanya, kewenangan ini dipegang oleh bendahara negara (treasury) atau bank sentral. Di Indonesia, kewenangan penerbitan uang dipegang oleh Bank Indonesia selaku bank sentral.

Otoritas penerbitan uang memiliki kewenangan untuk menentukan berapa banyak uang baru yang diterbitkan tiap periode. Walau otoritas penerbitan uang di tangan bank sentral, pemerintah dapat mempengaruhi keputusan penerbitan uang ini untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Daya pengaruh pemerintah terhadap keputusan penerbitan uang bank sentral bergantung pada sistem moneter yang diatur oleh hukum masing-masing negara.

Dalam menentukan pasokan uang, otoritas penerbit uang memiliki motif yang dinyatakan (eksplisit) dan yang tersembunyi (implisit). Motif eksplisit merupakan perwujudan dari tugas yang dimandatkan kepada otoritas penerbit uang. Bank sentral di Indonesia bertugas untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, sehingga motif eksplisit mereka dalam menerbitkan uang adalah menjaga tingkat pasokan uang yang dapat menjaga kestabilan nilai rupiah. Di Amerika Serikat, bank sentral juga bertugas untuk menjaga pertumbuhan ekonomi selain mengendalikan inflasi. Karena itu, bank sentral AS yang sering dipanggil the Fed (kependekan dari Federal Reserve) terkadang mengorbankan tujuan pengendalian inflasi demi menjaga pertumbuhan ekonomi.

Selain motif eksplisit, otoritas penerbit uang dapat memiliki motif tersembunyi. Jika otoritas penerbit uang adalah badan pemerintah atau bank sentral yang masih banyak dicampuri oleh pemerintah, maka kelompok yang berkuasa dapat memiliki motif tersembunyi untuk mencetak uang lebih banyak untuk membiayai defisit anggaran pemerintah. Dalam sistem demokrasi, defisit anggaran merupakan jalan pintas bagi kelompok yang sedang berkuasa untuk mendanai program-program populis agar dapat terpilih ulang pada pemilihan umum.

Walau otoritas penerbit uang dijalankan oleh bank sentral yang independen, seperti Bank Indonesia, tidak tertutup kemungkinan adanya motif tersembunyi pejabat bank sentral dalam penerbitan uang. Bagaimanapun juga, pejabat bank sentral tersebut dipilih dan diangkat oleh pemerintah dan atau lembaga perwakilan. Karena itu, pejabat bank sentral dapat memiliki motif penerbitan uang yang memungkinkan dirinya untuk menjabat lebih lama.

Harga Uang

Uang fiat memiliki nilai nominal sesuai dengan nilai yang tercetak dan tidak akan mengalami perubahan, kecuali jika ada kebijakan sanering. Sanering adalah pemotongan nilai nominal uang yang dilakukan oleh otoritas penerbit uang. Sanering pernah terjadi di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Walau uang tidak mengalami perubahan nilai nominal, namun nilai uang sebenarnya mengalami perubahan sebagaimana jenis aset lainnya. Nilai atau harga uang sebenarnya, disebut nilai riil uang, diukur dari berapa banyak barang dan jasa yang bisa ditukarkan dengan uang tersebut. Harga uang ditentukan oleh kelangkaan uang relatif terhadap barang dan jasa di perekonomian. Jika di suatu perekonomian uang berlimpah relatif terhadap barang dan jasa, maka nilai tukar uang akan turun.

Bersambung…

About these ads

Filed under: Makroekonomika

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini berisikan materi yang dibawakan oleh penulis dalam perkuliahan ekonomi syariah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Hak milik materi di tangan penulis. Materi bebas digunakan selama tidak melakukan plagiat. Pengutipan secara langsung maupun tidak langsung harap menggunakan kaidah ilmiah baku. Pertanyaan, koreksi, dan saran diharapkan agar penulis dapat terus memperbaiki materi ini.

Halaman

RSS Komentar Ekonomi

  • Balapan Terjun vs Balapan Terbang
    Balapan terjun, mungkin itu yang cocok menggambarkan persaingan antar perusahaan, daerah atau negara untuk menang persaingan dengan cara bersaing membayar murah tenaga kerja dan memungut pajak serendah-rendahnya. Namun kita tahu bahwa perusahaan besar bukanlah perusahaan yang membayar tenaga kerjanya paling murah, negara maju bukanlah negara yang memungut pa […]
  • Kajian Ekonomi Murabahah Emas
    Fatwa DSN MUI no. 77 tahun 2010 tentang Murabahah Emas mengundang pertanyaan dan kajian. Untuk kajian fiqh, bisa didapatkan dari Abdul Wasik, Mas Habib dan Faishol. Sementara untuk kajian ekonomi, saya baru mendapatkannya dari Ali Sakti. Pada artikel ini, saya akan lebih banyak membahas dari sisi ekonomi yang sesuai dengan latar belakang keilmuan saya. Ali S […]
  • Ekonomika Riba Fadl
     Sumber hukum riba fadl adalah hadits Nabi Muhammad saw. berikut: “(Jual beli) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (riwayat Musl […]
  • Agar Bank Syariah Kebal Risiko Bunga
    Apa hubungannya bank syariah dengan risiko bunga? Bukankah bank syariah tidak menerima dan membayar bunga? Memang bank syariah tidak menerima dan membayarkan bunga, tapi mereka masih harus bersaing dengan bank riba yang memungut dan membayarkan bunga. Ketika bunga bank berubah, bank syariah ikut menerima dampak di sisi pendanaan atau pembiayaan. Hal ini sebe […]
  • Subsidi BBM? No! Subsidi Pangan? Yes!
    Jika anda jadi presiden dan punya alokasi anggaran untuk orang miskin 100 trilliun, dalam bentuk program apa anggaran tersebut akan anda salurkan?A. subsidi pendidikanB. subsidi panganC. bantuan langsung tunaiD. subsidi BBME. lainnya, sebutkan ...Jika anda memilih opsi D, saya tidak akan mungkin memilih anda jika anda mencalonkan diri jadi presiden. Sudah um […]
  • Paradoks Pembiayaan Syariah Berbasis Qardh
    Mayoritas tabungan di bank syariah menggunakan akad mudharabah yang merupakan akad kemitraan dalam investasi. Sebagai investasi, tentu nasabah mengharap agar bank menyalurkan dana mereka ke berbagai jenis bisnis yang menghasilkan keuntungan, bukan untuk aktivitas sosial. Keperluan sosial dipenuhi dari alokasi dana terpisah, seperti zakat dan sadaqah. Lain ha […]
  • The Failure of Deposit Insurance and Government Bail out
    Although bank deposits are short term debt contracts, banks lend the deposit funds as long term debts. To serve regular deposit withdrawal, banks allocate some percentages of the funds in forms of cash as a reserve. In normal situation, there is no problem with this method because the withdrawn funds will soon be replaced by other customers' deposits. H […]
  • Keuangan Islam, Kembalilah ke Jati Dirimu!
    Hingga saat ini, sebagian besar kreasi produk keuangan Islam di Indonesia diinisiasi oleh pelaku industri keuangan Islam. Terang saja, motif pelaku ini adalah memenangkan persaingan antara mereka dengan keuangan konvensional. Persaingan antara pelaku industri keuangan terjadi pada aspek harga dan diversifikasi layanan. Permintaan fatwa produk keuangan baru d […]
  • Roubini: The Gold Bubble and the Gold Bugs
    Profesor ekonomi dari New York University pun bicara tentang bubble emas.The Gold Bubble and the Gold BugsNEW YORK – Gold prices have been rising sharply, breaching the $1,000 barrier and in recent weeks rising towards $1,200 an ounce and above. Today’s “gold bugs” argue that the price could top $2,000. But the recent price surge looks suspiciously like a bu […]
  • Harga Emas Naik, Siapa Untung?
    Orang yang punya emas? Dia hanya untung jika menjual emasnya. Akan tetapi pada saat yang sama, dia kehilangan peluang untung dari kenaikan harga berikutnya. Tapi jika dia tidak menjual emasnya, apa gunanya kenaikan harga emas baginya?Apakah orang yang beli emas saat harga naik? Tentu saja bukan, tidak ada orang yang dikatakan untung ketika membeli di saat ha […]
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: